Santo Edmundus, Menghina Tuhan Atau Mati

Santo Edmundus, Menghina Tuhan Atau Mati

Mendapatkan posisi sebagai raja di usia 14 tahun tidak membuat Edmund congkak. Ia menjadikan Raja Daud sebagai panutan, bahkan menghapal Mazmur Daud di luar kepalanya. Namun di akhir kisah hidupnya, dia harus memilih antara hidup dengan menghina Tuhan dan mengkhianati rakyatnya, atau mendapatkan hukuman mati dari pasukan barbar Denmark.

Continue reading →
Posted by Komsos Paroki in Santo & Santa
Pengenalan TPE 2020 dan Misa HM Biasa XXVIII – 9 Oktober 2021

Pengenalan TPE 2020 dan Misa HM Biasa XXVIII – 9 Oktober 2021

Bidang Liturgi Gereja Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda – Paroki Kelayan akan memulai pengenalan Tata Perayaan Ekaristi (TPE) 2020 dengan melatih beberapa seruan umat (anamnesis, dsb). Pengenalan akan dilaksanakan 30 menit sebelum Misa dimulai dan akan disiarkan secara langsung setiap Misa Mingguan Sabtu Sore di kanal youtube immaculataTV.

Continue reading →
Posted by Komsos Paroki in Agenda Paroki

Santa Perawan Maria Ratu Rosario

Pada tanggal 7 Oktober 1571 terjadi suatu pertempuran armada laut yang dahsyat di Laut Tengah, dekat pantai Yunani. Tempat itu disebut Lepanto. Turki memiliki angkatan laut yang paling kuat di bawah pimpinan Halifasha. Sebelum pertempuran ini, Turki telah menyerang semua pelabuhan Katolik di Eropa. Paus Pius V yang pada waktu itu duduk di Takhta Santo Petrus di Roma menyerukan supaya semua orang Katolik di Eropa bersatu dan bertahan terhadap serangan armada Halifasha. Kemudian Paus menunjuk Don Yuan dari Austria menjadi komandan armada gabungan Eropa yang akan menghadapi armada Turki.

Don Yuan terkenal memiliki devosi yang sangat kuat kepada Bunda Maria. Ketika tentara Katolik naik ke kapal untuk diberangkatkan ke medan perang, mereka masing-masing diberi rosario di tangan kanan, sementara tangan kiri mereka memegang senjata. Paus yang menyadari armada ini tidak ada artinya dibandingkan dengan armada Turki yang jumlahnya tiga kali lipat, meminta agar seluruh penduduk Eropa berdoa rosario. Di mana-mana orang berdoa rosario selama 24 jam terus-menerus.

Pada pukul 11.30 kedua armada itu mulai bertempur dengan dahsyat hingga baru berakhir keesokan harinya pukul 17.30 dan mukjizat terjadi di sana. Ketika pertempuran sedang berlangsung sengit, tiba-tiba angin berubah arah sehingga menguntungkan pihak armada Katolik. Armada Turki berhasil dikalahkan. Halifasha mati terbunuh. Karena kemenangan rosario ini, maka tanggal 7 Oktober ditetapkan sebagai peringatan wajib Santa Perawan Maria Ratu Rosario.

15 JANJI BUNDA MARIA BAGI MEREKA YANG SETIA BERDOA ROSARIO

  1. Mereka yang dengan setia mengabdi padaku dengan mendaraskan rosario, akan menerima rahmat-rahmat yang berdaya guna.
  2. Aku menjanjikan perlindungan istimewa dan rahmat-rahmat terbaik bagi mereka semua yang mendaraskan rosario.
  3. Rosario akan menjadi perisai ampuh melawan neraka. Rosario melenyapkan sifat-sifat buruk, mengurangi dosa dan memenaklukkan kesesatan.
  4. Rosario akan menumbuhkan keutamaan-keutamaan dan menghasilkan buah dari perbuatan-perbuatan baik. Rosario akan memperolehkan bagi jiwa belas kasihan melimpah dari Allah, akan menarik jiwa dari cinta akan dunia dan segala kesia-siaannya, serta mengangkatnya untuk mendamba hal-hal abadi. Oh, betapa jiwa-jiwa akan menguduskan diri mereka dengan sarana ini.
  5. Jiwa yang mempersembahkan dirinya kepadaku dengan berdoa rosario tidak akan binasa.
  6. Ia yang mendaraskan rosario dengan khusuk, dengan merenungkan misteri-misterinya yang suci, tidak akan dikuasai kemalangan. Tuhan tidak akan menghukumnya dalam keadilan-Nya, ia tidak akan meninggal dunia tanpa persiapan; jika ia tulus hati, ia akan tinggal dalam keadaan rahmat dan layak bagi kehidupan kekal.
  7. Mereka yang memiliki devosi sejati kepada rosario tidak akan meninggal dunia tanpa menerima sakramen-sakramen Gereja.
  8. Mereka yang dengan setia mendaraskan rosario, sepanjang hidup mereka dan pada saat ajal mereka, akan menerima Terang Ilahi dan rahmat Tuhan yang berlimpah; pada saat ajal, mereka akan menikmati ganjaran pada kudus di surga.
  9. Aku akan membebaskan mereka, yang setia berdevosi rosario, dari api penyucian.
  10. Putera-puteri rosario yang setia akan diganjari tingkat kemuliaan yang tinggi di surga.
  11. Kalian akan mendapatkan segala yang kalian minta daripadaku dengan mendaraskan rosario.
  12. Aku akan menolong mereka semua yang menganjurkan rosario suci dalam segala kebutuhan mereka.
  13. Aku mendapatkan janji dari Putra Ilahiku bahwa segenap penganjur rosario akan mendapat perhatian surgawi secara khusus sepanjang hidup mereka dan pada saat ajal.
  14. Mereka semua yang mendaraskan rosario adalah anak-anakku, saudara dan saudari Putra tunggalku, Yesus Kristus.
  15. Devosi kepada rosarioku merupakan pratanda keselamatan yang luhur.

Selamat memperingati Santa Perawan Maria Ratu Rosario bagi kita semua. Santa Perawan Maria Ratu Rosario, doakanlah kami.

Sumber: http://yesaya.indocell.net/id59.htm

Posted by Komsos Paroki in Peringatan Gerejawi

Santo Fransiskus dari Assisi

Santo Fransiskus dilahirkan di kota Assisi, Italia pada tahun 1181. Ayahnya bernama Pietro Bernardone, seorang pedagang kain yang kaya raya, dan ibunya bernama Donna Pica. Di masa mudanya, Santo Fransiskus lebih suka bersenang-senang dan menghambur-hamburkan harta ayahnya daripada belajar. Ketika usianya 20 tahun, ia ikut maju berperang melawan Perugia. Ia tertangkap dan disekap selama satu tahun hingga jatuh sakit. Pada masa itulah ia mendekatkan diri kepada Tuhan. Setelah Fransiskus dibebaskan, ia mendapat suatu mimpi yang aneh. Dalam mimpinya, ia mendengar suara yang berkata, “layanilah majikan dan bukannya pelayan.”

Setelah itu Santo Fransiskus memutuskan untuk hidup miskin. Ia pergi ke Roma dan menukarkan bajunya yang mahal dengan seorang pengemis, setelah itu seharian ia mengemis. Semua hasilnya dimasukkan Fransiskus ke dalam kotak persembahan untuk orang-orang miskin di Kubur Para Rasul. Ia pulang tanpa uang sama sekali di sakunya. Suatu hari, ketika sedang berdoa di Gereja San Damiano, Santo Fransiskus mendengar suara Tuhan, “Fransiskus, perbaikilah Gereja-Ku yang hampir roboh”. Jadi, ia pergi untuk melaksanakan perintah Tuhan. Ia menjual setumpuk kain ayahnya yang mahal untuk membeli bahan-bahan guna membangun gereja yang telah tua itu.

Mengetahui hal itu, ayahnya marah sekali! Santo Fransiskus dikurungnya di dalam kamar. Santo Fransiskus, dengan bantuan ibunya, berhasil melarikan diri dan pergi kepada Uskup Guido, Uskup kota Assisi. Ayahnya segera menyusulnya. Ia mengancam jika Santo Fransiskus tidak mau pulang bersamanya, ia tidak akan mengakui Santo Fransiskus sebagai anaknya dan dengan demikian tidak akan memberikan warisan barang sepeser pun kepada Santo Fransiskus. Mendengar itu, ia malah melepaskan baju yang menempel di tubuhnya dan mengembalikannya kepada ayahnya.

Sejak saat itu dia mulai mengunjungi rumah sakit, melayani orang sakit, berkhotbah di jalan-jalan, dan memandang semua orang baik laki-laki maupun perempuan sebagai saudara kandung. Orang-orang banyak  mulai tertarik untuk mengikuti teladan hidupnya. Hingga pada tahun 1209 ia memperoleh restu dari Paus mendirikan Ordo Fransiskan yang mendasarkan hidup mereka pada kesederhanaan dan kemisikinan.

Pada bulan September 1224 saat Fransiskus sedang dalam meditasi di Mount Alvernia di Apennines, ia menerima stigmata, yang kemudian secara periodik berdarah selama dua tahun sisa hidupnya. Mukjizat ini memiliki peringatan yang terpisah pada tanggal 17 September. Ia sangat bersyukur menerima anugerah Ilahi ini namun ia berusaha dengan seksama untuk menyembunyikannya dari penglihatan orang lain.

Orang kudus ini dijemput kembali ke surga pada tanggal 3 Oktober 1226, dalam usia 45 tahun. Para pengikutnya kemudian melanjutkan karya cinta kasihnya dengan semangat kerendahan hati dan meneruskan kerinduannya untuk memanggil semua orang menjadi pengikut Kristus yang sejati.

Selamat pesta nama bagi umat/wilayah/komunitas bernama pelindung Fransiskus dari Assisi, khususnya bagi Kongregasi Suster-suster Fransiskus Dina (SFD). Santo Fransiskus dari Assisi, doakanlah kami.

Sumber: https://katakombe.org/para-kudus/fransiskus-asisi.html

Posted by Komsos Paroki in Peringatan Gerejawi
Misa Pesta Santo Fransiskus Assisi – 4 Oktober 2021

Misa Pesta Santo Fransiskus Assisi – 4 Oktober 2021

Misa Pesta Santo Fransiskus Assisi (Senin, 4 Oktober 2021 – pk. 07.30 WITA). Misa pelindung Kongregasi Suster-suster Fransiskus Dina (SFD). Disiarkan secara langsung dari Gereja Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda – Paroki Kelayan melalui kanal YouTube immaculataTV tautan klik dibawah atau disini, dan ZOOM Meeting Cloud, tautan klik disini (ZOOM ID dan Passcode dapat dilihat pada gambar).

Jangan lupa untuk SUBSCRIBELIKESHARE, dan NYALAKAN LONCENGNYA untuk mendapat notifikasi langsung dari kami. Tuhan Yesus memberkati, Bunda Maria mendoakan. Ave Immaculata!

Posted by Komsos Paroki in Pengumuman
Pengumuman Paroki 2-3 Oktober 2021

Pengumuman Paroki 2-3 Oktober 2021

  1. Jadwal Misa Hari Minggu Biasa XXVIII, sebagai berikut:
    – Sabtu, 9 Oktober 2021, pk. 18.00 WITA: Wilayah Santa Agnes, Anna, dan Elisabeth
    – Minggu, 10 Oktober 2021, pk. 07.30 WITA: Wilayah Santa Lusia, Sesilia, dan Veronika
    – Minggu, 10 Oktober 2021, pk. 18.00 WITA: Wilayah Santa Bernadeth, Martha, dan Theresia
    Mohon petugas tata tertib masing-masing wilayah hadir paling lambat 30 menit sebelum Misa untuk melaksanakan dan mengawasi protokol kesehatan (menghimbau umat untuk mencuci tangan, memastikan penggunaan masker dengan tepat, melakukan pengukuran suhu tubuh menggunakan thermogun, mengarahkan umat untuk duduk di bangku bagian depan terlebih dahulu, dsb). Mohon umat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan arahan petugas. Usia umat yang diperkenankan mengikuti Misa adalah minimal 10 tahun dan maksimal 65 tahun.
  2. Misa Harian Senin-Sabtu, pk. 06.00 WITA, kecuali Misa Jumat Pertama. Informasi jadwal Misa dan Ibadat selengkapnya dapat dilihat disini.
  3. Selama Bulan Rosario diharapkan setiap keluarga berdoa rosario untuk kepentingan keluarga, Gereja dan masyarakat, sesama yang menderita dan sakit, dan agar pandemi Covid-19 segera berakhir. Umat juga dapat mengikuti siaran langsung Doa Rosario Misioner setiap hari Senin-Jumat, pk. 19.00 WITA dan Sabtu-Minggu, pk. 19.30 WITA melalui kanal YouTube immaculataTV. Tautan akan dibagikan melalui website, media sosial paroki, WhatsApp group DPP, Wilayah dan Komunitas masing-masing. Mohon keterlibatan dan partisipasi umat.
  4. Seluruh ketua komunitas dimohon untuk melengkapi data umat komunitas masing-masing pada aplikasi Basis Induk Data Umat Keuskupan (BIDUK). Mohon kerjasama seluruh umat.
  5. Minggu, 31 Oktober 2021: Baptisan bayi dan anak usia dibawah 7 (tujuh) tahun di gereja. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi sekretariat paroki setiap jam kerja.
  6. Akan saling menerima Sakramen Perkawinan:
    • Sdr. Caesar Andreas Anggen (Komunitas Santo Andreas) dengan Sdri. Anastasia Anita Kristin (Komunitas Santo Aloysius). Pengumuman III
    • Sdr. Lukas Effendy (Komunitas Santo Agustinus) dengan Sdri. Vinsensia Liany Susanti (Gereja Hati Yesus Yang Maha Kudus – Paroki Veteran). Pengumuman II
    • Sdr. Egnatius Angger Yudistira (Komunitas Santo Stefanus) dengan Sdri. Nanda Theresia Febrella Nasinta (Gereja Ave Maria – Paroki Tanjung). Pengumuman II
      Bagi umat yang mengetahui halangan perkawinan diatas mohon memberitahu Pastor Paroki
  7. Berikut daftar nomor rekening Paroki Kelayan dan peruntukkannya:
    • No. Rek. Mandiri 0310076540205 a/n PGPM Paroki Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda untuk Kolekte Misa
    • No. Rek. BCA 7820293333 a/n PGPM Santa Perawan Maria YTTN untuk Dana Sosial
    • No. Rek. BCA 7820291888 a/n PGPM Paroki STP Maria YTTN untuk Dana Santo Lazarus
    • No. Rek. BNI 3300100026 a/n Lembaga PGPM Paroki Kelayan untuk Intensi Misa

† Ave Immaculata! †

Posted by Komsos Paroki in Pengumuman
Pengenalan TPE 2020 dan Misa HM Biasa XXVII – 2 Oktober 2021

Pengenalan TPE 2020 dan Misa HM Biasa XXVII – 2 Oktober 2021

Pengenalan Tata Perayaan Ekaristi (TPE) 2020 dan Misa Hari Minggu Biasa XXVII (Sabtu, 2 Oktober 2021 – pk. 17.30 WITA). Bidang Liturgi Gereja Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda – Paroki Kelayan akan memulai pengenalan Tata Perayaan Ekaristi (TPE) 2020 dengan melatih beberapa seruan umat (anamnesis, dsb). Pengenalan akan dilaksanakan 30 menit sebelum Misa dimulai dan akan disiarkan secara langsung setiap Misa Mingguan Sabtu Sore melalui kanal YouTube immaculataTV, tautan klik dibawah atau disini.

Jangan lupa untuk SUBSCRIBELIKESHARE, dan NYALAKAN LONCENGNYA untuk mendapat notifikasi langsung dari kami. Tuhan Yesus memberkati, Bunda Maria mendoakan. Ave Immaculata!

Posted by Komsos Paroki in Agenda Paroki

Para Malaikat Pelindung

MOHON DOA MALAIKAT PELINDUNG

Malaikat Allah, Engkau diutus oleh Allah untuk melindungi umatNya
dan menghantar mereka ke tempat yang telah ditentukan olehNya.
Ya malaikat pelindungku, aku bersyukur kepada Allah
karena Dia sendiri berkenan  mengutus Engkau mendampingi dan melindungi aku.
Sudilah Engkau, melindungi aku terhadap semua yang membahayakan diriku,
bila bahaya itu sudah dekat, sudilah Engkau melawannya demi keselamatanku,
sedangkan kalau bahaya itu masih jauh, bimbinglah aku memempuh jalan lain yang lebih aman.

Semoga Engkau selalu mengingatkan aku akan kebaikan,
dan jangan merelakan aku melakukan hal hal yang kurang berkenan pada Allah.
Kalau aku menghadapi godaan mohonkanlah kekuatan dari Allah
agar aku tidak goyah dan kalau aku jatuh ke dalam dosa,
sudilah Engkau membimbing aku untuk bertobat.
Lindungilah aku dalam ketenangan dan jagalah aku bila aku tidur,
sudilah Engkau memberikan kekuatan bila aku lemah

Doakanlah aku selalu agar dapat mengamalkan hidup kristen dengan tulus hati.
Mohonkanlah aku rahmat Allah agar aku mampu menjadi pewarta kabar gembira,
seperti Malaikat Gabriel dan penumpas kejahatan seperti Malaikat Mikael.
Ya Malaikatku, semoga aku selalu mengikuti bimbinganMu
dan bersama Engkau perkenankanlah aku selalu melambungkan pujian
serta syukur kepada Allah dengan perantaraan Kristus, Tuhan kita. Amin.

Selamat pesta Para Malaikat Pelindung untuk kita semua. Para Malaikat Pelindung, doakanlah kami.

Sumber: http://kumpulandoadoakatolik.blogspot.com/2012/03/mohon-doa-malaikat-pelindung.html

Posted by Komsos Paroki in Peringatan Gerejawi

Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus

Theresia Martin dilahirkan di kota Alençon, Perancis, pada tanggal 2 Januari 1873. Dia memiliki empat saudara perempuan yang lebih tua dan orang tuanya adalah Santo Louis Martin dan Santa Zelie Martin. Santa Theresia seorang gadis yang sangat ceria, ia sangat dicintai ayahnya yang memanggilnya nya dengan sebutan ‘ratu kecil.’ Ketika Santa Theresia masih kanak-kanak, ibunya meninggal dunia. Ayahnya lalu memutuskan untuk pindah ke kota Lisieux, di mana kerabat mereka tinggal. Disana terdapat sebuah biara Karmel di mana para suster berdoa secara khusus untuk kepentingan seluruh dunia.

Ketika Santa Theresia berumur sepuluh tahun, seorang kakaknya, Pauline, masuk biara Karmel di Lisieux. Hal itu amat berat bagi Santa Theresia. Pauline telah menjadi ‘ibunya yang kedua’, merawatnya dan mengajarinya, serta melakukan semua hal seperti yang dilakukan ibunya. Santa Theresia sangat kehilangan Pauline hingga ia sakit parah. Meskipun sudah satu bulan Santa Theresia sakit, tak satu pun dokter yang dapat menemukan penyakitnya. Ayah dan keempat saudarinya berdoa memohon bantuan Tuhan. Hingga, suatu hari ia melihat patung Bunda Maria di kamarnya tersenyum padanya dan seketika ia sembuh  dari penyakitnya!

Santa Theresia sangat mencintai Yesus. Ia ingin mempersembahkan seluruh hidupnya bagi-Nya. Ia ingin masuk biara Karmel agar ia dapat menghabiskan seluruh harinya dengan bekerja dan berdoa bagi orang-orang yang belum mengenal dan mengasihi Tuhan. Tetapi saat itu ia terlalu muda. Jadi, ia berdoa dan menunggu. Ia bahkan berani meminta izin langsung kepada Paus. Hingga akhirnya, ketika umurnya lima belas tahun, atas izin khusus dari Paus Leo XIII, ia diijinkan masuk biara Karmelit di Lisieux.

Dalam biara, Santa Theresia menjalani kehidupan sebagaimana layaknya seorang Rubiah Karmelit. Tidak ada yang terlalu istimewa. Tetapi, ia mempunyai suatu rahasia: CINTA. Suatu ketika Santa Theresia mengatakan, “Tuhan tidak menginginkan kita untuk melakukan ini atau pun itu, Ia ingin kita mencintai-Nya.” Jadi, Santa Theresia berusaha untuk selalu mencintai. Ia berusaha untuk senantiasa lemah lembut dan sabar, walaupun itu bukan hal yang selalu mudah.

Para suster biasa mencuci baju-baju mereka dengan tangan. Suatu saat seorang suster tanpa sengaja selalu mencipratkan air kotor ke wajah Santa Theresia. Tetapi Santa Theresia tidak pernah menegur atau pun marah kepadanya. Santa Theresia juga menawarkan diri untuk melayani suster tua yang selalu bersungut-sungut dan banyak kali mengeluh karena sakitnya. Ia berusaha melayani dia seolah-olah ia melayani Yesus. Ia percaya bahwa jika kita mengasihi sesama, kita juga mengasihi Yesus. Mencintai adalah pekerjaan yang membuat Santa Theresia sangat bahagia.

Hanya sembilan tahun lamanya Santa Theresia menjadi biarawati. Ia terserang penyakit tuberculosis (TBC) yang membuatnya sangat menderita. Kala itu belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit TBC.  Ketika ajal menjelang, ia memandang salib dan berbisik, “O, aku cinta pada-Nya, Tuhanku, aku cinta pada-Mu!”

Pada tanggal 30 September 1897, Santa Theresia meninggal dunia ketika usianya masih 24 tahun. Sebelum wafat, ia berjanji  untuk tetap mencintai dan menolong sesama dari surga dengan mengatakan, “Dari surga aku akan berbuat kebaikan bagi dunia.” Dan ia menepati janjinya! Semua orang dari seluruh dunia yang memohon bantuan Santa Theresia untuk mendoakan mereka kepada Tuhan telah memperoleh jawaban atas doa-doa mereka.

Setelah wafat, Santa Theresia menjadi terkenal setelah buku catatan yang ditulisnya diterbitkan menjadi sebuah buku “Kisah Suatu Jiwa,”  satu tahun setelah kematiannya (di Indonesia diterjemahkan dengan judul: ‘Aku Percaya akan Cinta Kasih Allah’). Ia dikanonisasi pada tahun 1925 oleh Santo Paus Pius X. Ia dikenal dengan sebutan Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus atau Santa Theresia si Bunga Kecil. Tanggal 19 Oktober 1997, Theresia  menjadi wanita ketiga yang diberi gelar Doktor Gereja.

Selamat pesta nama bagi umat/wilayah/komunitas bernama pelindung Theresia dari Kanak-kanak Yesus. Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus, doakanlah kami.

Sumber: https://katakombe.org/para-kudus/theresia-dari-kanak-kanak-yesus.html

Posted by Komsos Paroki in Peringatan Gerejawi
Load more