HARI RAYA

Berbagi Kebahagiaan, Berkat Bagi Sesama

Berbagi Kebahagiaan, Berkat Bagi Sesama

Bertepatan dengan Hari Raya Pembaptisan Tuhan (Epifani), Gereja universal memperingati Hari Anak dan Remaja Misioner Sedunia ke-178 pada 3 Januari 2021. Ditengah situasi pandemi Covid-19 dan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, SEKAMI-PPA Gereja Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda – Paroki Kelayan mengadakan perayaan syukur ulang tahun Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner (SEKAMI) ke-178 tahun dengan Misa syukur dan rekoleksi online.
Misa syukur ulang tahun SEKAMI dilaksanakan pada pkl 09.30 WITA dan dipimpin oleh RP. Ferdinandus Taran, MSC. Sedangkan, petugas liturgi seperti lektor, pemazmur, koor, dan persembahan oleh SEKAMI-PPA. Ditampilkan juga dalam Misa, figur Tiga Majus dari Timur yang diperagakan oleh remaja SEKAMI-PPA berpakaian adat Bali, Banjar, dan Batak.


Dalam homilinya, Pastor Edi mengajak anak dan remaja misioner agar menjadi garam dan terang di tengah dunia, serta membaktikan hidupnya bagi Tuhan dan sesama melalui hidup sehari-hari dalam laku 2D2K (Doa, Derma, Kurban, dan Kesaksian). Hal ini sesuai dengan tema HARMS ke-178, “Anak Misioner, Hidup Bagi Tuhan dan Sesama” dan harapan dari pendiri SEKAMI, Mgr. Charles Auguste Marie de Forbin Janson.
Seusai Misa, anak dan remaja misioner melanjutkan kegiatan dengan mengikuti rekoleksi online yang dikemas dalam Virtual Missionary Festival (VIRAL). Pertemuan virtual ini dibawakan oleh Direktur Diosesan (Dirdios) Karya Kepausan Indonesia – Komisi Karya Misioner (KKI-KKM) Keuskupan Banjarmasin, RP. Petrus Ping Poto, MSF. VIRAL dilaksanakan melalui ZOOM Meeting Cloud dan disiarkan secara langsung melalui YouTube Channel Santamariayttn (sekarang: immaculataTV).
Pastor Ping dalam pesannya mengajak seluruh anak dan remaja misioner agar selalu memiliki kerinduan untuk dekat dengan Tuhan melalui doa sebagai sarana untuk bertemu dengan Yesus, mencintai sesama, serta selalu bersyukur khususnya di tengah situasi pandemi Covid-19 ini. “Berbagi kebahagiaan adalah berkat bagi sesama”, kata Pastor Misionaris Keluarga Kudus yang juga Kepala Gereja Santo Yohanes Pemandi – Paroki Landasan Ulin itu.
Pertemuan virtual ini dirancang untuk memfasilitasi anak dan remaja misioner yang tidak diperkenankan hadir dan berkumpul secara fisik di gereja, demi menekan penyebaran dan penularan Covid-19. Tercatat, sekitar 40 partisipan hadir secara virtual. Mereka berasal dari berbagai paroki di Keuskupan Banjarmasin, seperti Gereja Keluarga Kudus – Paroki Katedral, Gereja Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda – Paroki Kelayan, Gereja Hati Yesus Yang Maha Kudus – Paroki Veteran, Gereja Ave Maria – Paroki Tanjung, Gereja Bunda Maria – Paroki Banjarbaru, Gereja Santo Yohanes Pemandi – Paroki Landasan Ulin, Gereja Santa Theresia – Paroki Pelaihari, serta Gereja Santo Vinsensius a Paulo – Paroki Batulicin. Bahkan, ada pula partisipan dari Keuskupan Palangka Raya. cio

Posted by Komsos Paroki in Berita, Liputan