Perumpamaan Tentang 2 Orang Anak

Perumpamaan Tentang Dua Orang Anak (Renungan Harian 15 Desember 2020)

Ada orang yang punya dua anak. Ia datang kepada yang sulung dan berkata: “Nak, pergilah bekerja di kebun anggur hari ini. Jawab anak itu “Baik, Bapa, tetapi ia tidak pergi”. Kepada anak yang bungsu ia meminta hal yang sama. Anak bungsu itu berkata “Tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga”.

Siapa diantara kedua anak ini yang melakukan kehendak BapaNya? Jawabannya “Yang kedua”. Dia itu mewakili orang-orang yang menyadari dirinya sebagai pendosa dan dengan rendah hati mendengarkan undangan Tuhan lalu bertobat dan kembali ke jalan yang benar dan memperoleh keselamatan.

Anak sulung mewakili ahli taurat, kaum farisi dan orang-orang yang menganggap diri suci dan saleh, surga adalah milik mereka. Mereka mudah menghakimi dan menganggap yang lain sebagai pendosa, kafir dan pemilik neraka. Mereka ini tipe orang bermulut manis mengatakan “ya” kepada Allah, suka menyerukan nama “Allah, Allah, Allah….”, tetapi hati mereka sesungguhnya jauh dari Allah. Mereka merasa tidak perlu bertobat karena mereka tidak berdosa. Kelak, Allah akan katakan kepada mereka “Aku tidak mengenal kamu”.

Kita sadar sungguh bahwa kita adalah orang berdosa. Kita sering mengatakan “tidak” kepada Allah dengan dosa-dosa kita, tapi kemudian kita menyesal, bertobat dan kembali kepada Allah memperoleh pengampunanNya. Mari kita mempersiapkan diri, menyucikan hati meluruskan jalan bagi Tuhan, menyambut kedatanganNya. Maranatha, datanglah Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus memberkati kita semua,

RP. Albertus Jamlean, MSC

Tinggalkan Balasan